support

Akuntansi Manajemen (Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode Full Costing dan Variabel Costing)

FULL COSTING & VARIABEL COSTING
METODE UNTUK PERHITUNGAN
HARGA POKOK PRODUKSI
( H P P )
(Objek Penelitian Pada Pembuatan Sandal AtraDrow)

Makalah yang Disusun untuk Memenuhi Tugas Akuntansi Manajemen
Dosen Pembimbing :
Haikal S.E., M.Si., Ak

Disusun Oleh:
Ahmad Yani   (090420021)
Tri Maulina      (090420031)
Ellya                (090420010)
Heri Yanti       (090420024)
Yulyani           (090420027)
Ismawirna       (080420023)

 

AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
2011
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis mempunyai kesempatan belajar diperguruan tinggi di Universitas Malikussaleh dan dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Full Costing dan Variabel Costing Metode untuk Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan objek penelitian yaitu usaha pembuatan sandal AtraDrow baik sandal pria maupun sandal wanita.
Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bpk Haikal S.E., M.Si., Ak selaku dosen pembimbing Akuntansi Manajemen yang membimbing kami dalam pengerjaan tugas makalah ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang membantu penulis dalam hal mengumpulkan data-data dalam pembuatan makalah ini.
Pada akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pembuatan Makalah ini. Semoga Tuhan selalu memeberikan karunia-Nya dan selalu membimbing kami agar tetap dijalannya.



Lhokseumawe, 06 Maret 2011



Penulis










DAFTAS ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................  i
DAFTAR ISI .......................................................................................................................  ii
BAB I PEDAHULUAN .....................................................................................................  1
1.1    Latar Belakang .........................................................................................................  1
1.2    Perumusan Masalah ..................................................................................................  2
1.3    Tujuan Penelitian ......................................................................................................  2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................  3
2.1    Pengertian Akuntansi Biaya dan Akuntansi Manajemen .........................................  3
2.2    Pengertian Biaya Produksi .......................................................................................  3
2.2.1        Biaya Bahan Baku .....................................................................................  3
2.2.2        Biaya Tenaga Kerja ...................................................................................  4
2.2.3        Biaya Overhead Pabrik ..............................................................................  4
2.3    Pengertian Harga Pokok Produksi ............................................................................ 4
2.3.1        Metode Full Costing ..................................................................................  4
2.3.2        Metode Variabel Costing ........................................................................... 5
BAB III OBJEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................................. 6
3.1  Objek Penelitian ......................................................................................................... 6
3.1.1        Sejarah Singkat Usaha yang Diteliti ........................................................... 6
3.1.2        Struktur Organisasi ..................................................................................... 7
3.2  Pembahasan ................................................................................................................ 7
3.2.1        Bahan dan Alat Produksi ........................................................................... 7
3.2.2        Siklus Produksi ........................................................................................... 9
3.2.3        Data Biaya dan Volume Produksi .............................................................. 10
3.2.4        Perhitungan HPP ........................................................................................ 12
3.2.5        Perhitungan HPP Perunit ...........................................................................  13
BAB IV PENUTUP ............................................................................................................. 15
4.1  Kesimpulan ................................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 16



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Industri rumah tangga merupakan usaha yang cukup bagus pada masa ini mungkin karena pendapatan yang diterima cukup meyakinkan si pengusaha. Oleh sebab itu kami ingin meneliti sebuah industri rumah tangga yang bergerak di bidang pembuatan sandal pria maupun wanita. Industri ini terbilang masih baru dan belum dikenal banyak masyarakat dan modal untuk menjalankan usaha ini cukup efisien yaitu Rp 22.000.000,- (dua puluh dua juta rupiah).
Usaha yang telah berdiri tentunya ingin berkembang dan terus menjaga kelangsungan hidupnya, untuk itu pemilik usaha ini perlu membuat kebijakan yang mengacu pada terciptanya efisiensi dan efektivitas kerja.   Kebijakan tersebut dapat berupa penetapan harga pokok produksi, yaitu dengan cara menekan biaya produksi serendah mungkin dan tetap menjaga kualitas dari barang atau produk yang dihasilkan, sehingga harga pokok produk satuan yang dihasilkan lebih rendah dari yang sebelumnya. Kebijakan ini sangat bermanfaat bagi usaha pembuatan sandal ini untuk menetapkan harga jual yang tepat dengan laba yang ingin diperoleh pemilik usaha, sehingga usaha tersebut dapat bersaing dengan pengusaha-pengusaha lainnya yang memproduksi produk sejenis. Hal ini tentunya tidak terlepas dari tujuan didirikannya usaha ini yaitu agar modal yang ditanamkan dalam perusahaan dapat terus berkembang atau dengan kata lain mendapatkan laba semaksimal mungkin.
Kesalahan dalam perhitungan harga pokok produksi dapat mengakibatkan penentuan harga jual pada suatu perusahaan menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kedua kemungkinan tersebut dapat mengakibatkan keadaan yang tidak menguntungkan bagi pemiliknya, karena dengan harga jual yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan produk yang ditawarkan akan sulit bersaing dengan produk sejenis yang ada di pasar, sebaliknya jika harga jual produk  terlalu rendah akan mangakibatkan laba yang diperoleh rendah pula. Kedua hal tersebut dapat diatasi dengan penentuan harga pokok produksi dan harga jual yang tepat.
Usaha yang dijalankan dengan sungguh-sungguh dapat mengantarkan usaha tersebut ke jenjang yang lebih tinggi dan pula apabila usaha ini dapat memasarkan produknya sampai ketingkat internasional maka Indonesia juga dapat bangga dengan hasil industri rakyatnya sendiri dan juga dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.

1.2  Perumusan Masalah
Makalah ini akan menyiapkan dan menerangkan secara sederhana tentang metode-motode yg digunakan dalam penentuan Harga Pokok Produksi (HPP). Dalam menyiapkan materi ini kami turut memperlihatkan data harga pokok produksi melalui dua metode yaitu full costing dan variabel costing. Adapun data yg didapat untuk disajikan merupakan data yang disurvey dari usaha pembuatan sandal pria dan wanita yang merupakan industri rumah tangga.

1.3  Tujuan Penelitian
Penelitian yang kami lakukan pada makalah ini betujuan untuk:
a.    Mempelajari dan menyajikan materi akuntansi biaya/akuntansi manajemen
b.    Mempelajari langkah-langkah penyajian materi yang survel langsung dari usaha-usaha yang ditentukan.
c.    Mengetahui perbedaan antara materi yg diajarkan dengan usaha-usaha yang nyata.
d.   Memenuhi tugas akuntansi manajemen semester IV tahun ajaran 2010-2011
  















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Akuntansi Biaya dan Akuntansi Manajemen
Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya. Objek kegiatan akuntansi biaya adalah biaya.
Akuntansi manajemen adalah suatu kegiatan (proses) yang menghasilkan informasi keuangan bagi manajemen untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam melaksanakan fungsi manajemen. Fungsi-fungsi manajemen yang dimaksud adalah terutama mengenai fungsi perencanaan, koordinasi dan pengendalian.

2.2 Pengertian Biaya Produksi
Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Sedangkan dalam arti sempit, biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva.
Biaya produksi adalah biaya-biaya yang yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Menurut objek pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi dibagi menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (factory overhead cost).

2.2.1 Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku langsung adalah semua biaya bahan yang membentuk bagian integral dari barang jadi dan yang dapat dimasukkan langsung dalam kalkulasi biaya produk. Contoh bahan baku langsung adalah kayu untuk pembuatan meubel dan tanah liat untuk pembuatan genteng. Pertimbangan utama dalam mengelompokkan bahan ke dalam bahan baku langsung adalah kemudahan penelusuran proses pengubahan bahan tersebut sampai menjadi barang jadi. Sebagai contoh, paku untuk membuat peralatan meubel merupakan bagian dari barang jadi, namun agar perhitungan biaya meubel tersebut bisa dilakukan secara cepat, bahan ini dapat diklasifikasikan sebagai bahan baku tidak langsung.



2.2.2 Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja langsung adalah karyawan atau karyawati yang dikerahkan untuk mengubah bahan langsung menjadi barang jadi. Biaya untuk ini meliputi gaji para karyawan yang dapat dibebankan kepada produk tertentu.

2.2.3 Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik disebut juga biaya produk tidak langsung, yaitu kumpulan dari semua biaya untuk membuat suatu produk selain biaya bahan baku langsung dan tidak langsung.
Overhead pabrik pada umumnya didefinisikan sebagai bahan tidak langsung, pekerja tidak langsung, dan bahan pabrik lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibebankan langsung ke pekerjaan produk atau tujuan akhir biaya.
Biaya overhead pabrik (FOH) terdiri dari biaya FOH tetap dan biaya FOH variabel. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu, biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Ada juga yang dinamakan biaya semi variabel adalah biaya yang berubah tak sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

2.3 Penghitungan Harga Pokok Produksi
Di dalam akuntansi biaya yang konvensional komponen-komponen harga pokok produk terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat tetap maupun variable. Konsep harga pokok tersebut tidak selalu relevan dengan kebutuhan manajemen. Oleh karena itu timbul konsep lain yang tidak diperhitungkan semua biaya produksi sebagai komponen harga pokok produk. Jadi di dalam akuntansi biaya, dimana perusahaan industri sebagai modal utamanya, terdapat dua metode perhitungan harga pokok yaitu Full/Absortion/Conventional Costing dan Variable/Marginal/Direct Costing. Perbedaan pokok diantara kedua metode tersebut adalah terletak pada perlakuan terhadap biaya produksi yang bersifat tetap. Adanya perbedaan perlakuan terhadap FOH Tetap ini akan mempunyai pengaruh terhadap perhitungan harga pokok produk dan penyajian laporan rugi-laba. 

2.3.1 Metode Full Costing
Full Costing adalah metode penentuan harga pokok produk dengan memasukkan seluruh komponen biaya produksi sebagai unsur harga pokok, yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik tetap. Di dalam metode full costing, biaya overhead pabrik yang bersifat variabel maupun tetap dibebankan kepada produk yang dihasilkan atas dasar tarif yang ditentukan di muka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead pabrik sesungguhnya. Oleh karena itu biaya overhead pabrik tetap akan melekat pada harga pokok persediaan produk selesai yang belum dijual, dan baru dianggap sebagai biaya (elemen harga pokok penjualan) apabila produk selesai tersebut tidak dijual.
Menurut metode full costing, karena produk yang dihasilkan ternyata menyerap jasa FOH Tetap walaupun tidak secara langsung, maka wajar apabila biaya tadi dimasukkan sebagai komponen pembentuk produk tersebut.

2.3.2 Metode Variable Costing
Variable Costing adalah metode penentuan harga pokok yang hanya memasukkan komponen biaya produksi yang bersifat variabel sebagai unsur harga pokok, yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel.
Variable costing beranggapan bahwa FOH Tetap tadi tidak secara langsung membentuk produk, maka tidak relevan kalau dimasukkan sebagai komponen harga pokok. Sebaiknya FOH Tetap dimasukkan dalam kelompok period cost (biaya periode).
















BAB III
OBJEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3.1 Objek Penelitian
Objek yang diteliti bergerak di bidang pembuatan sandal pria dan wanita serta di beri nama atau merek produknya yaitu AtaDrow. Usaha ini berada di daerah cunda kota lhokseumawe, pengelola usaha ini cuma seorang yaitu bapak Ayat. Usaha ini sangat menarik untuk diteliti karena produk AtraDroe ini baru berjalan lebih dari 2 bulan serta keuangannya masih belum rampung, jadi saya dapat melakukan penelitian ini bersamaan dengan perampungan keuangan yg dilakukan oleh bapak Ayat.

3.1.1 Sejarah Singkat AtraDrow
Produk AtraDrow ini merupakan usaha yang bergerak dalam bidang pembuatan atau memproduksi sandal pria dan wanita dengan berbagai ukuran serta model-model yang beraneka ragam. Produk ini dijalankan dengan sistem mingguan yaitu bapak Ayat harus menyelesaikan 20 pasang sandal dalam seminggu masing-masing 10 sandal pria dan 10 sandal wanita serta setiap 5 pasang sandal dibuat dengan model yang sama. Dalam sebulan bapak Ayat dapat memproduksi 80-100 buah sandal dengan berbagai model yg bermacam-macam.  
Produksi sandal pria dan wanita ini adalah usaha keluarga yang dikelola oleh bapak Ayat yg hasilnya atau pendapatannya akan dinikmati oleh keluarganya. Bapak Ayat untuk saat ini tidak memerluka karyawan karena produk yg dihasilkan masih sedikit tetapi apabila produknya terjual banyak setiap minggu dan produk yg di hasilkan harus di perbanyak karena permintaan pelanggan mungkin bapak Ayat akan membutuhkam karyawan.
Produk sandal ini bergerak pada akhir bulan Desember 2010 dan mulai memproduksi pada awal Januari 2011 sampai sekarang. AtraDrow ini menggunakan sistem penjualan sendiri terhadap konsumen akhir tidak menjualnya kepada agen-agen ataupun calo mungkin ini dilakukan karena Bapak Ayat masih bisa menanganinya dan dapat memaksimalkan keuntungan.
            Untuk memulai usaha ini bapak Ayat harus mengeluarkan modal yg lumayan kecil untuk usaha ini yaitu sebesar Rp 22.000.000,-. Modal itu digunakan untuk belanja bahan baku dan peralatan serta biaya-biaya transportasi dan biaya-biaya lainnya sehingga dapat mengahilkan produk yang dijual kepada konsumen dan memikat hati konsumen serta meraup keuntungan sebesar-besarnya dari konsumen.
3.1.2 Struktur Organisasi
Struktur organisasi usaha ini tidak terlau sulit dan sudah terlihat pada penjelasan-penjelasan sebelumnya yaitu usaha ini modalnya berasal dari keluarga bapak Ayat dan yang mengelola bapak Ayat sendiri serta keuntungannya akan kembali kepada bapak Ayat dan keluarganya. Bapak Ayat yang selaku pengelola usaha harus melaporkan hasil kegiatan produksi baik penjualan hasil produksi, pembuatan maupun pembelian bahan baku kepada keluarga bapak Ayat, dengan demikian struktur organisasi usaha ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1 Struktur Organisasi



                       

Garis Perintah
                        Garis Pertanggungjawaban dan Pelaporan


3.2 Pembahasan
3.2.1 Bahan dan Alat Produksi
a. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan sandal pria dan wanita di beli dari Kota Medan Sumatera Utara, harga untuk bahan baku pembuatan sandal di sana terbilang murah dan transportasinya pun tidak terlalu jauh serta dapat mengurangi biaya transportasi dari murahnya harga bahana baku.
Bahan yg digunakan terbilang bagus serta tahan lama karena pembelian bahan baku langsung dari pabrik pembuatanya. Bahan utama untuk pembuatan sandal pria dan wanita adalah tapak sandal baik pria maupun wanita dengan berbagai ukuuran serta meka yang digunakan untuk alas tapaknya dan berbagai macxam assesoris untuk memperhias sandal serta busa tipis yang digunakan untuk kenyaman pengguna yang disisipkan di atas tapak. Berikut ini adalah bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan sandal pria dan wanita yaitu sebagai berikut:
    
Tabel 1  Bahan pembuatan Sandal
No
Keterangan
1
Tapak Pria bermacam ukuran
2
Tapak Wanita bermacam ukuran
3
Meka dengan berbagai corak
4
Kulit Beldu dengan berbagai corak
5
Asesoris (fantasy, simporo, gesper dll)
6
Karton Tebal
7
Busa Tipis
8
Pelapis Busa
9
Berbagai Lem (FOC, master D, Top dll)
10
Tiner
11
Karpet Kain
12
Selang Plastik
13
Kapas
14
Benang
15
Paku Tembak
16
Bahan Penolong (Air)


b. Alat
Peralatan yang digunakan pada umumya sangat sulit di dapatkan atau banyak peralatan yg dimodifikasi guna untuk dapat digunakan dalam pembuatan sandal. Peralatan-peralatan tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 2 Alat Produksi
No
Keterangan
1
Gerenda
2
Kompor Minyak Tanah
3
Mesin Jahit
4
Mal Sandal Pria
5
Mal Sandal Wanita
6
gunting
7
pisau
8
pembolong
9
Besi Pena
10
jarum
11
Kuas
12
Palu
13
Rol
14
Kertas Pasir
15
Alat Sablon


Untuk memproduksi serta menjual di perlukan alat/item pendukung, alat /item pendukungnya adalah sebagai berikut:

Tabel 3  Alat/item pendukung
No
Keterangan
1
Becak
2
Tenda Payung
3
Tas Besar
4
Meja
5
Kursi
6
Sapu
7
Kipas Angin


3.2.2 Siklus Produksi
Asumsi dasar yang penyusun gunakan berkenaan dengan siklus produksi dalam penelitian ini adalah siklus penjualan Mingguan. Dengan kata lain, siklus ini dimulai Pembuatan Sandal Selama seminggu pada malam hari sedangkan pada pagi hari hingga sore hari dilakukan penjualan di pasar. Dalam seminggu target yg harus terjual adalah 20 pasang sandal, apabila dalam seminggu masih ada sisa maka sisa sandal tersebut jadi persediaan tambahan untuk minggu depan. Ilustrasinya misalkan minggu ini sisa sandal ada 5 pasang maka minggu depat harus terjual 25 pasang.
3.2.3 Data Biaya dan Volume Produksi
Usaha ini masih djalankan dalam siklus keluarga dan tenega kerja yang digunakan tidak ada karena produksinya masih minim. Sedangkan laba yang yg di peroleh di bagi dua dengan pihak keluarga 50% untuk pengelola dan 50% lagi untuk kelurga.

a. Data Biaya
Tabel 4  Biaya Bahan Baku
No
Keterangan
Harga
(Rp)
1
Tapak Pria Bermacam Ukuran
900.000.-
2
Tapak Wanita Bermacam Ukuran
900.000.-
3
Meka Dengan Berbagai Corak
1.500.000.-
4
Kulit Beldu Dengan Berbagai Corak
1.800.000.-
5
Asesoris (Fantasy, Simporo, gesper dll)
600.000.-
6
Karton Tebal
20.000.-
7
Busa Tipis
160.000.-
8
Pelapis Busa
150.000.-
9
Lem (FOC, Master D, Top dll)
600.000.-
10
Tiner
150.000.-
11
Karpet Kain
500.000.-
12
Selang Plastik
20.000.-
13
Kapas
15.000.-
14
Benang
50.000.-
15
Paku Tembak
160.000.-
16
Biaya Pembuatan
100.000.-

Total
7.625.000.-
                                                                                                                 
            Total biaya bahan-bahan diatas adalah untuk produksi sandal 400 pasang baik sandal cewek maupun cowok, dan apabila sudah jadi 400 pasang maka pembelian bahan baku akan dilakukan dengan biaya-biya dan bahan-bahan seperti tabel diatas. Jadi biaya bahan untuk 1 pasang sandal adalah 7.625.000 : 400 =  Rp 19.062,5 untuk satu minggu biaya bahan baku yang habis adalah 19.062,5 x 20 =  Rp 381.250,-


Tabel 5  Biaya Peralatan
No
Keterangan
Banyak
Harga
(Rp)
Total
(Rp)
Masa pakai*)
Penyusutan**)
per bulan
(Rp)
per hari
(Rp)
1
Gerenda
1
500.000
500.000
5
8.333
278
2
Kompor Mitan
2
80.000
160.000
3
4.444
148
3
Mesin Jahit
1
800.000
800.000
10
6.667
222
4
Mal Sanda Pria
5
70.000
350.000
5
5.883
194
5
Mal Sandal Wanita
5
70.000
350.000
5
5.883
194
6
Gunting
4
20.000
80.000
1
6.667
222
7
Pisau
5
30.000
150.000
0,5
25.000
833
8
Pembolong
10
15.000
150.000
0,5
25.000
833
9
Besi Pena
12
2.000
24.000
0,5
4.000
133
10
Jarum
24
2.000
48.000
0,5
8.000
267
11
Kuas
5
4.000
20.000
0,5
3.333
111
12
Palu
2
50.000
100.000
5
1.667
56
13
Rol
3
15.000
45.000
1
3.750
125
14
Kertas Pasir
3
8.000
24.000
0,3
6.667
222
15
Alat Sablon
1
200.000
200.000
3
5.556
185
16
Becak
1
8.000.000
8.000.000
10
66.667
2.222
17
Tenda Payung
1
200.000
200.000
2
8.333
278
18
Meja
3
80.000
240.000
2
10.000
333
19
Kursi
2
25.000
50.000
2
2.083
69
20
Tas Besar
2
250.000
500.000
5
8.333
278
21
Sapu
3
30.000
90.000
1
7.500
250
22
Kipas Angin
2
200.000
400.000
5
6.667
222

Total


12.481.000

230.333
7.678

Keterangan :
*) per tahun dan habis pakai
**) metode yang digunakan adalah metode rata-rata

Tabel 6  Biaya lain-lain
No
Keterangan
Per bulan
(Rp)
Per hari
(Rp)
1
Biaya Pemeliharaan
170.000
5.666
2
Biaya listrik
200.000
6.667
3
Biaya Air
150.000
5.000
4
BBM (Bensin & Mitan)
500.000
16.667

Total
1.020.000
34.000

3.2.4 Perhitungan HPP

- Metode Full costing
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa asumsi dasar yang digunakan adalah asumsi penjualan mingguan, sehingga HPP Full Costing yang dimaksud dalam penelitian ini adalah HPP per mingguan. Berikut Perhitungannya:

Tabel 7  HPP Full Costing
No
Keterangan
Per Minggu
(Rp)
1
Biaya bahan baku
381.250
2
Biaya Overhead


- Biaya pemeliharaan
39.662

- Biaya Listrik
47.000

- Biaya Air
35.000

- BBM (Bensin & Mitan)
117.000

- Biaya Penyusutan
53.746

Total
673.568

Dari tabel 7 dapat diketahui bahwa HPP Full Costing pada Produksi sandal AtraDrow adalah sebesar   Rp 673.568.-.
- Metode Variabel Costing
            Seperti perhitungan pada metode sebelumnya yaitu metode full costing metode ini juga sama yaitu penjumlahan dari biaya bahan baku dan biaya overhead, tetapi metode ini hanya menggunakan overhead pabrik variabel beda dengan full costing yang menjumlahkan overhead pabrik tetap dan variabel. Asumsinya sama yaitu permingguan. Berikut perhitungannya:
Tabel 8  HPP Variabel Costing
No
Keterangan
Per Minggu
(Rp)
1
Biaya bahan baku
381.250
2
Biaya Overhead


- Biaya pemeliharaan
39.662

- Biaya Listrik
47.000

- Biaya Air
35.000

- BBM (Bensin & Mitan)
117.000

Total
619.912

3.2.5 Perhitungan HPP Per Unit
Perhitungan harga pokok produksi per unit untuk satu pasang sandal baik sandal Pria maupun sandal wanita menggunakan metode perhitungan antara lain jumlah harga pokok produksi minggu dibagi dengan 20 pasang sandal, karena dalam satu minggu dapat memproduksi sebanyak 20 pasang. Perhitungan tersebut dirumuskan sebagai berikut

 

                         Jumlah HPP Mingguan
                                  HPP Perunit =
                                                               Jumlah Pasang Sandal Dalam Seminggu

Dengan demikian dapat dihitung pula HPP Perunit menurut metode full costing dan variabel costing. Perhitungannya adalah sebagai berikut :
-          HPP Perunit Metode Full Costing
                               Rp 673.568
     HPP Perunit =                          =  Rp 33.678,4
                                                  20
Jadi harga perpasang sandal metode full costing adalah RP 33.678,4.

-          HPP Perunit Metode Variabel Costing
                               Rp 619.912
     HPP Perunit =                          =  Rp 30.995,6
                                                  20
Jadi harga perpasang sandal  metode variabel costing adalah Rp 30.995,6.
                       
                                                              













                                                                                   
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
            Kesalahan dalam perhitungan HPP dapat mengakibatkan penentuan harga jual pada suatu perusahaan menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. Oleh karena perhitungan HPP pun menjadi satu hal penting untuk dilakukan bagi setiap perusahaan.
            Pada usaha bapak Ayat ini yang bergerak di bidang pembuatan sandal pria maupun wanita dengan merek dagang bernama AtraDrow serta beralamat di Cunda Kota Lhokseumawe telah dilakukan penelitian terhadap metode perhitungan HPP dengan menggunakan dua metode yaitu perhitungan HPP dengan metode full costing dan perhitungan HPP dengan metode variabel costing. Telah diketahui bahwa  HPP dengan menggunakan metode full costing adalah Rp 673.568 serta menggunakan metode variabel costing adalah Rp 619.912, dan juga harga perunit menggunakan metode full costing adalah Rp 33.678,4 dan metode variabel costing adalah Rp 30.995,6.
            Pembuatan sandal AtraDrow bisa meraih keuntungan antara Rp 11.000 s/d Rp 14.000 perpasang dengan menjual kepada konsumen seharga Rp 45.000 perpasang sandal baik pria maupun wanita.













DAFTAR PUSTAKA

Website “http://www.akuntanmaniak.co.cc”

0 Response to "Akuntansi Manajemen (Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode Full Costing dan Variabel Costing)"

Poskan Komentar

Comment on FB

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme